Bandar Serpong Bandarnya Live Seafood

February 23rd, 2010 by erza

Seafood… apa yang ada di benak Anda ketika mendengar atau membaca tulisan terbebut… So pasti hidangan makanan yang berasal dari hewan laut dengan berbagai macam jenis menu yang diracik dengan bumbu - bumbu special dan istimewa rahasia para koki handal.

Bandar Serpong Live Seafood namanya yang berada di pinggir Jl. Raya Serpong Priyang Km. 9 No. 88 Tanggerang adalah tempat dimana kami para d’Blogger mengadakan acara Kopdar yang secara mendadak dilakukan. Setelah berkumpul di titik point yang telah dijanjikan bersama, akhirnya kami meluncur ke TKP dengan perut kosong dan keroncongan.100_5815

Ketika sampai, kami disambut senyum keramahan para karyawan restoran. Kita dapat langsung melihat berbagai jenis ikan hidup yang berkeliaran di akuarium, yang terletak di samping parkiran atau pun di kolam samping pintu masuk restoran tersebut. Disini kita dapat menunjuk langsung jenis ikan yang diinginkan untuk dimasak dengan cara digoreng atau dibakar. Ada Lobster air laut, Kerang, Ikan Kerapu Putih, Kakap Putih atau Kakap Merah dan Bawal Bintang dan lain lain. Tak perlu ragu untuk menunjuk dan menyerok ikan yang berenang berseliweran tersebut.

100_5795100_5794100_5814

Untuk menjaga kualitas kesegaran ikan - ikan tersebut, air di dalam aquarium dilengkapi dengan fasilitas temperatur suhu (AC) untuk air, yang dijaga dan di pantau temperaturnya.  Sehingga ikan tersebut tetap hidup dan segar seperti di laut bebas. Dan tak tercium bau anyir serta terasa sangat gurih ketika dimakan.

Hawa sejuk memberi kenyamanan bagi para pengunjung restoran untuk berlama - lama didalamnya. Dan dengan berbagai menu yang ditawarkan, kami menantang agar restoran ini memberikan menu andalan mereka. Menu andalan mereka antara lain “Kepiting Khas Bandar Serpong, Udang Telur Asin, Gurame Goreng Salju, Sayur 3 Rasa, Ikan Kakap Putih Bakar Rica - Rica, Gurame Goreng Telur, dan tentunya Ikan Bawal Bintang Tim Tio Chiu” yang sangat Yuummmyy dan khas serta kaya akan Omega 3…

100_57972

juice2

Oh iya tentunya jangan lupa untuk memesan minuman “Juice Kedondong” yang dingin, segar serta khas rasanya. Amat sangat terasa menggoda dan selalu terbayang di tenggorokan. Di sini kita tak perlu teriak  sampai urat leher kencang dan cacing di perut bernyanyi untuk menunggu menu yang telah dipesan, karena  semua pelayannya sigap melayani.

Setelah kalap dan puas berperang dengan segala menu yang tersaji di depan mata. Tak terasa hari sudah senja, namun rasanya badan tak ingin beranjak pergi. Untuk masalah harga tak perlu khawatir karena di Bandar Serpong ini harganya terjangkau dan saat ini sedang ada diskon 30 s/d 50% sampai April 2010. Kita juga bisa memesan ikan dengan tiga rasa yang berbeda namun hanya dikenakan pembayaran untuk satu ikan saja.

Tak hanya kelezatan masakan dan kenyamanan di dalam restoran yang ditawarkan. Areal parkir yang cukup luas dan aman bagi para pengunjung juga memberi kepuasan serta ketenangan. Serta juga disediakan Hotspot Internet Gratis jadi bisa makan sambil ber ngeblog ria di blog detik tentunya.

Bila Anda pecinta Kuliner Seafood, Anda mesti datang So…. tunggu opo meneh, buruan datangi. Ajak semua Keluarga, Relasi Bisnis ataupun Rekan Kerja Anda semua kesini di Bandar Serpong Live Seafood.100_58121100_58031

100_5818

Runaway… The Soul of the Fighter

February 17th, 2010 by erza

Coz we’re in the Runaway… leaving all the dreams behind… On our stupid plane flying like a hurricane…

Coz we’re in the Runaway… tried to make a different style… turn the world a smile to a better place to shine…”

Itulah sepenggalan lirik lagu “Runaway” dari kami.

Runaway bisa berarti suatu langkah untuk pelarian, atau malah jadi satu semangat baru untuk berkembang menjadi lebih baik. Menghancurkan batas ketidak percayaan diri untuk mengejar mimpi dan lari dari semua ketergantungan yang semu. Runaway adalah sebuah kata yang sarat makna. Seperti sebuah pedang tajam, yang bisa melindungi atau malah dapat menyakiti. Tergantung si pemegangnya mau digunakan untuk apa.

Suatu saat mungkin setiap dari kita membutuhkan Runaway untuk bisa keluar dari rutinitas yang ada (dengan kondisi pasti berbeda tiap orangnya). Dimana saat ini, dengan keadaan yang tidak bisa di tebak dan di pastikan. Harapan yang menjadi impian tak dapat digapai, pekerjaan yang dilakoni saat ini apakah akan berlanjut atau tidak kedepannya. Penghasilan yang cuma sekedar numpang lewat dan hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari (ada juga sih beberapa yang cukup ‘lihay’ untuk bisa nabung..hehehe…). Yang membuat kita harus tetap menjaga mental disetiap detik, di setiap helaan nafas pada saat mengerjakan pekerjaan. Ataupun adanya tekanan yang datang dari mana pun dan di mana pun dalam rantai kerja yang ada.

Hidup ini indah dan tidak pernah datar perjalanannya. Ada kadangkalanya kita senantiasa bersembunyi dari semua tantangan hidup. Mencoba untuk melihat sebentar ke teman - teman yang sedang menggantungkan nasib dan hidup mereka di barisan “garda depan “. Mereka selalu masih bisa punya energi untuk senyum, tiap kali harus mengerjakan pekerjaan yang mungkin sudah menjadi sangat - sangat amat membosankan dan menguras tenaga ataupun pikiran mereka. Mereka masih mampu untuk tetap mempertahankan impian di atas dasar mental yang tinggi serta semangat hidup untuk bisa survive dan mencoba untuk pelan-pelan membangun ‘pesawat - pesawat’ yang akan menerbangkan untuk meraih impiannya… (Meskipun ada beberapa orang - orang yang mencemooh dan bilang ‘pesawat’ mereka itu nggak lebih dari sekedar mimpi di siang bolong… sebuah kebodohan sejati).

f22

Runaway is a simple concept to be understood but… sangat bergantung pada kebersihan hati untuk memahaminya. Warna yang dipancarkannya pun akan beda-beda tapi yang jelas nggak satupun menggambarkan sebuah hidup yang cengeng.

Medan perang terpapar di depan mata luar sana… Bagi beberapa orang, mungkin sudah waktunya meninggalkan selimut kenyamanan yang melekat, untuk melakukan apa yang bisa dilakukannya. Agar pesawat yang telah dibangun bisa lepas landas dan terbang serta kemudian terus terbang membubung tinggi sampai di tempat tujuan yang diinginkan masing - masing kita. Dan hanya diri kita sendiri yang tahu kapan saatnya harus melakukan RUNAWAY

“We are proud with poor, try to see all things… in the way we want…
Something that could be done.. a better view of mind….

Last Posting…

December 31st, 2009 by erza

12 Jam kedepan, terhitung sejak saya menulis Postingan ini kita akan meninggalkan tahun 2009. Yup… Tahun 2010 sudah menanti diambang. Tak ada yang bisa mengetahui dengan pasti apa yang bakalan terjadi di tahun 2010, baik untuk Dunia dimana kita hidup, Negara, atau kehidupan pribadi kita masing - masing.

Terkadang sering dijumpai selama perjalan hidup ini  hal yang telah di impikan namun tidak berjalan dengan semestinya. Hitam, putih atau Pahit, Manis yang terjadi dan dialami harusnya selalu disyukuri setiap saat. Dan begitu banyak cerita yang tak bisa terangkai dengan kata yang mana semuanya itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ini khususnya di tahun 2009.

Ya… Rabb Penguasa Alam Semesta beserta isinya. Engkau Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui Yang Terbaik untuk kami semua. Tunjukkan dan selalu bimbinglah hamba - hamba Mu ini dalam setiap langkah dan  hembusan nafas…

Selamat Tahun Baru 2010 Teman, Semoga sukses selalu… Senang bisa berinteraksi dengan Anda sekalian walau didunia Maya :)

Soto Mie

November 17th, 2009 by erza

Soto Mie, siapa yang gak kenal dengan jenis makanan satu ini. Bila ada yang belum mengenal atau belum pernah mencoba mari kita minta traktir pada mereka yang sudah pernah makan (kompor mledug).Dan saya termasuk salah satu pengemar favorit makanan ini (terutama diakhir-akhir ini dimana udara sangat mendukung sekali untuk menyantapnya). Seandainya para pembaca nan budiman disini ada yang kenal dengan sang penemu jenis makanan ini tolong kabari saya, cause saya mau cium tangan dengannya.

Tak ada yang istimewa pertamakali melihat isi dari makanan tersebut. Berisi semangkuk air panas mendidih, berpadu dengan bumbu-bumbu, ditambah mie kuning atau putih, risol, daging serta lemak (Ah… makanan tidak sehat, penuh dengan kolesterol kata beberapa orang sahabat). Begitu pula dengan lokasi tempat jualannya, berada dipojokkan sebuah gang sempit tanpa AC diiringi alunan lagu dangdut dari sebuah radio swasta. Berperawakan kurus, tidak begitu tinggi, kulit sawo matang dan kumisan (tidak ada gantengnya dah bila dibanding saya :D) serta ditemani oleh 2 orang pelayan yang semok dan montok. Tarjo nama sang penjual soto mie tersebut.

Siang ini, kulihat lapak Tarjo dipenuhi dengan para fans (sampai-sampai Tarjo gak keliatan). Dengan sabar kumenunggu hingga para fans tersebut mereda. “Jo… Satu dong pakai nasinya dobel” ujarku. “Sabar yo Mas… Mangkoke Nte” ujar Tarjo dengan logat khasnya tanpa senyum sambil membuat soto mie ke dalam 2 mangkok terakhir.

“Sial, kalo tau gitu saya bawa mangkok dari rumah aja” Gerutuku dalam hati sambil berdiri dengan mata jelalatan siapa tau ada Luna Maya makan disini.

“Ini Mba, pesanannya” kata waitress si Tarjo sambil ngantar pesanan ke 2 wanita Modiss tak jauh dariku berdiri.

“Yang gak pakai Kol dan Tomat yang mana nih…?” seru si Mba yang imut salah seorang wanita modis itu.

Tarjo yang mendengar pertanyaan tersebut terkejut “Aduh Mba saya lupa, semuanya pakai tomat dan kol” katanya

“Aduh Kan Tadi sudah saya bilangin, saya gak mau… Saya gak bisa makan Kol dan Tomat” ujar si Mba Imut dengan setengah kesal dengan bibir sedikit maju.

Tarjo dengan setengah kebingungan “Aduh Mba, mangkoknya habis. Kalau Mba mau tunggu sebentar, nanti saya buatin lagi yach…” berusaha merayu dengan menampakan nyengir termanisnya dan sesekali matanya berkedap-kedip genit.

“Oke saya tunggu ajah deh” Jawab si Mba Imut.

Saya yang sedari tadi mendengar adegan tersebut terhenyak dengan sigap langsung menyahut “Jo… yang itu untuk saya aja, saya gak pakai pantangan kok”

“Nih, untuk sampean…” sambil menyodori semangkok Soto Mie tersebut ke saya.

Tanpa basa-basi dengan orang yang ngantri lainnya, langsung saja soto mie tersebut saya sambar dan balurin dengan kecap manis, sedikit cuka serta 3 sendok sambal. Sekarang saatnya show time… “Mba, nasinya jangan lupa… DOBEL” ujarku bersemangat. (Untung saya gak punya pantangan dalam makanan.)

Setelah mencapai klimaks karena isi perut sudah padat dan dengan muka penuh peluh sambil membakar sisa lintingan yang terselip di dompet. Saya berdiri menghampiri Tarjo dan setengah berbisik “Jo… Sekalian yach, masukin sama yang kemaren aja” ujarku sambil berlalu. Tak terdengar sedikit pun ucapan yang keluar dari bibir Tarjo yang doer itu, mungkin ia hanya bisa mengerutu dalam hati.

Begitulah saking seringnya saya makan siang disana hingga timbul keakraban diantara kami dan akhirnya bisa saling memahami keadaan dan kondisi masing-masing (cuma kayaknya kebanyakan saya yang di maklumi olehnya). That’s Why I Love Soto Mie…. :p

*Tulisan iseng sehabis nyantap Soto Mie,

Lokasi Fiktif dan Bila ada kesamaan Nama Tokoh dalam cerita itu hanya kebetulan. Ditengah, gelapnya siang ini. :D:D

Sudahkah Anda Donor….?

November 10th, 2009 by erza

Kalau ingin berbuat baik, segeralah lakukan janganlah ditunda-tunda” itu perkataan seorang sahabat kepada saya suatu ketika.
Hari ini di gedung tempat saya nguli mengadakan acara donor darah yang ditenggarai oleh salah satu Radio swasta bekerja sama dengan PMI tentunya (masak PERTAMINA sih…), selebaran dan berita dari mulut ke mulut tersebut sudah bertebaran sejak 1 minggu yang lalu. Seumur umur saya belum pernah mengikuti kegiatan ini dalam bentuk apa pun. Pernah suatu ketika 3 tahun yang lalu seorang teman membutuhkan donor darah untuk anaknya tercinta yang terserang DB. Hati saya tergerak namun pada saat itu sebelumnya saya mengalami musibah dan harus minum obat untuk proses penyembuhan sehingga gagallah niat saat itu hingga tertunda sampai saat ini dengan seribu satu alasan jika ada teman yang ngajak kembali.
Hari ini entah malaikat mana yang membimbing saya untuk melakukan aksi ini yang jelas bukan malaikat pendosa :D. Tanpa ada paksaan tiba tiba saja muncul keinginan dari hati nurani in the injury time. Setelah menghabiskan satu mangkok soto mie plus nasi siang ini. Saya terdiam sesaat membaca spanduk yang terpajang yang isinya mengajak untuk berdonor darah. Hati kecil saya merenung “Suatu saat mungkin kamu, orangtua, kakak, adik, anak, istri atau saudara mu akan membutuhkannya dari orang lain.” Begitulah bisik malaikat seakan mengguyurku dengan seember air tuk membangunkan ku dari tidur panjang.
Tanpa berpikir dua kali langsung kuayunkan kaki ke TKP. Namun apa daya ternyata formulir pendaftaran sudah habis tanpa tersisa dan saya lihat orang yang ngantri untuk donor sangat banyak. Kemudian setan menggoda “Mendingan gak usah ngapain nyakitin diri disuntik jarum trus disedot darahnya, mendingan batalin”. Niat tuk berbuat baik sudah bulat terpancang pantang tuk surut mundur kebelakang. Dengan masang muka memelas seakan-akan itu merupakan harapan terakhir tuk hidup,akhirnya Mba cantik berbaju putih tersebut merekomended saya tuk mengisi formulir dari orang yang telah ngisi formulir namun tidak datang setelah namanya dipanggil 100x dan juga di umumkan lewat radio :). Dengan semangat 45 (mengingat bahwa hari ini adalah hari pahlawan dan tuk mengenang jasa mereka) maka tak coret_coretlah nama, alamat, No HP dll yang telah tertulis diganti dengan data diri pribadi saya.
15 menit, 30 menit dan tepatnya di menit ke 45 sebuah umpan lambung dioper dan akhrinya nama saya tidak terpanggil sedangkan pendonor tinggal 5 orang lagi :) lalu saya mendengar kantong darah sudah habis (makin tambah pesimis gak bakalan bisa, masak mau ditampung pakai kantong kresek pikir saya). Akhirnya si Ibu berteriak siapa yang belum dipanggil coba lihat apakah formulirnya ada di sini. Emang dasar Niat baik dan nasib lagi bagus, langsung cari dan ketemu (padahal Formulir saya sudah tertumpuk oleh formulir lain), serahkan formulir dan langsung cek darah dan HB ternyata… Alhamdulillah lolos… Horeee… dan kantong darahnya pun masih ada 1 lagi.

Dengan pede kulangsung pilih tempat tidur dan pilih suster yang tercantik diantara yang ada (iya dong ini kan yang pertama so harus indah). Sok akrab nanya sakit gak yach…? jarumnya geude yach…? trus diambil berapa liter sih…? suster sudah Maried…? (sampai sempat nanya No HP dan account FB segala namun tak direspon) maklum ngilangin grogi. Dan saat yang dinanti pun terjadi dengan jantung yang berdegub kencang (mengalahkan gebukan drum konser KORN) saat si suster cantik mempersiapkan ritualnya (siapin kembang 7 rupa, bakar menyan, and mulut komat kamit), tingkat ketegangan bertambah saat jarum tersebut berkilat di depan mata (maklum yang namanya jarum saya masih agak ngeri, makanya tiap kali berobat mending dikasih puyer aja daripada disuntik mati) tapi belaian sentuhan sarung tangan sang suster mampu mencairkan suasana. (ah… kok sensasi yang dirasakan melebihi rasa saat hendak melakukan ciuman pertama:)).
Singkat cerita eksekusi pertama tersebut berhasil dengan sukses dan menghasilkan klimaks yang tak bisa diukirkan dengan kata :D tanpa terlihat darah yang bercecer dimana-mana. Sempat sesaat melihat warna merah kehitaman yang mengalir dari lengan melalui selang kekantong penampungan yang meyakinkan saya bahwa ternyata saya bukan “berdarah biru” seperti yang selama ini disangka.
Yang pastinya saya berharap semoga sedikit darah yang saya donorkan ada manfaatnya bagi yang kelak akan menerimanya tanpa memandang suku, agama, warna kulit, gender, dll. Mungkin bagi anda yang telah mendonorkan darahnya berliter-liter atau bergalon-galon mungkin sudah ada yang berbarel-barel :D hal ini sudah biasa, namun coba ingat lagi bagaimana perasaan pertama kali anda mendonor. Apakah sensasi yang dirasakan seperti hendak melakukan ciuman pertama…? wkwkwkk… Anda yang tahu jawabnya…
Untuk saya pribadi khususnya bila di beri umur panjang serta kesehatan selalu, diberi rezeki yang lancar, istri yang soleha dan cantik serta setia… (Loh… kok doanya minta jodoh sih) Insya Allah akan selalu berusaha untuk mendonorkan darah yang mengalir dalam tubuh ini hingga tetes darah penghabisan MERDEKA… (masih moment hari Pahlawan jadi terbawa suasana) karena seperti yang diketahui banyak sekali manfaat dari donor darah ini untuk tubuh kita sendiri atau untuk menyelamatkan nyawa. So… Sudahkah anda Mendonorkan Darah Anda karena Setetes dari kita sangatlah berarti bagi yang menerimanya.

November Rain 101009.

November Rain

November 2nd, 2009 by erza

when-rain-remains1Deras hujan yang menguyur kota metropolitan sore itu, di tengah hingar bingarnya beribu jenis kendaraan yang terjebak dalam antrian dan saling berebut untuk segera mencapai tujuan. Di sebuah halte diantara gedung-gedung kokoh yang menjulang menantang langit aku berdiri dan sesekali angin menerpa kencang membawa butir-butiran air hujan menerpa muka.

Sesosok wajah manis yang terpojok diantara para penunggu setia angkutan yang tak kunjung datang. Wajah ayu, berkulit hitam manis, rambut lurus sebahu dan tidak terlalu tinggi, dengan tatapan mata kosong kedepan tanpa memperdulikan keadaan sekitar dan tubuhnya yang telah kuyup karena jilatan air hujan dan tak tampak sedikit pun mengigil dirasanya…

Tak terasa waktu terus berlalu hingga kemudian tibalah pada sebuah lantunan tembang yang melantunkan lirik “But lovers alway come and lovers alway go. And No one really sure who letting go today… walking away” dari kotak suara di dalam saku ini, yang mana salah satu pengeras suara tersebut masih menempel di telinga. Kulihat ia tak sedikit pun bergeming dari tempatnya. Masih dengan tatapan mata yang kosong nan mulai memerah serta berlinang air mata yang berkolaborasi dengan tetesan air hujan…

Hingga tibalah saat yang dinanti. Kuda besi beroda enam tersebut telah tiba dengan muatan yang tak sepadan lagi dengan usianya. Dengan cepat kuberlari dan mencengram pintu tersebut sambil berusaha menyelinap masuk di antara jiwa yang lelah berpadu dalam pengapnya udara.

Dan kemudian masih terbayang wajah ayu yang kemudian melintas di benak ini…

Sometimes I need some time
On my own
Sometimes I need some time
All alone
Everybody needs some time
On their own
Don’t you know you need some time
All alone

Tafsir Mimpi

October 29th, 2009 by erza

tafsir1Pernah bermimpi…? so pasti pernah dan tentunya macam_macam kisah yang di alami… kalo belum pernah maka bermimpilah…

Makna dari sebuah mimpi bisa beraneka ragam, ada yang bisa menjadi suatu pertanda kejadian atau hanya sekedar bagian Bunga Tidur :)

Alkisah saya sedang berjalan - jalan di tengah ramai dan padatnya aktivitas di kota Metropolitan ini untuk mencari hiburan sebagai pelepas kepenatan (kata wong Jowo : Work Hard, Play Hard) dan sampailah di suatu tempat pusat perbelanjaan yang megah nan menawan siapa saja. Kemudian saya berusaha untuk masuk ke dalam. Namun saya tidak bisa masuk kedalamnya, semakin keras mendorong pintu tersebut semakin keras pula pintu tersebut berusaha menghalangi saya tuk masuk kedalam.

Begitulah selama 3 hari mimpi yang sama tersebut terjadi. Apakah gerangan yang bakal terjadi ujarku dalam hati…? Apakah ini sesuatu pertanda buruk gumam ku…?

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi seorang ahli tafsir mimpi terkenal yang berada di sudut kesunyian metropolitan ini di Jalan Gang Tikus. Yang katanya bisa membaca seluruh mimpi.

“Mama Loreng” namanya.

Saya : “Bla… bla… bla…(Menceritakan mimpi yang terjadi selama 3 malam tersebut)

Mama Loreng : “yach… yach… hhmmm… (Mendengarkan secara serius sambil manggut-manggut sambil sesekali menghisap cagklong :) )

Saya : “Jadi kiranya apa makna mimpi saya tersebut Ma…? Apakah kelak rezeki saya akan seret selamanya karena saya tidak bisa masuk kedalam Mall tersebut…?” ujarku

Mama Loreng : “Sebelum Mama jawab, Mama mau nanya apakah ada sesuatu tanda-tanda didepan pintu tersebut…?

Saya : “Ada Mah” seruku bersemangat

Mama : “Apa tandanya”

Saya : “Di dekat gagang pintu tersebut ada tulisan PULL” ujarku berapi-api sambil maju mendekati Mama.

Mama : “Kalo bijini ceritanya, maka makna mimpi kamu ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusan REJEKI. Tapi karena kamu yang NDESO ora ngerti bahasa LINGGIS… Itukan harusnya di tarik bukan didorong KATRO… makanya makan bangku sekolah biar gak LEMOT ” ujar Mama sambil ambil tempat dupa tuk nyambit

Moral cerita : Silahkan anda tafsir sendiri… cause ini hanya Joke di Siang Bolong :):D

*Cerita di ambil dari “Humor Salah Satu Koran Harian Pagi ini” yang didramatisir kembali :) :D

Bila ada kesamaan atas kejadian yang terjadi pada anda dan nama pelaku kejadian, mohon diabaikan karena ini hanya kesengajaan. :)