12 Jam kedepan, terhitung sejak saya menulis Postingan ini kita akan meninggalkan tahun 2009. Yup… Tahun 2010 sudah menanti diambang. Tak ada yang bisa mengetahui dengan pasti apa yang bakalan terjadi di tahun 2010, baik untuk Dunia dimana kita hidup, Negara, atau kehidupan pribadi kita masing - masing.

Terkadang sering dijumpai selama perjalan hidup ini  hal yang telah di impikan namun tidak berjalan dengan semestinya. Hitam, putih atau Pahit, Manis yang terjadi dan dialami harusnya selalu disyukuri setiap saat. Dan begitu banyak cerita yang tak bisa terangkai dengan kata yang mana semuanya itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ini khususnya di tahun 2009.

Ya… Rabb Penguasa Alam Semesta beserta isinya. Engkau Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui Yang Terbaik untuk kami semua. Tunjukkan dan selalu bimbinglah hamba - hamba Mu ini dalam setiap langkah dan  hembusan nafas…

Selamat Tahun Baru 2010 Teman, Semoga sukses selalu… Senang bisa berinteraksi dengan Anda sekalian walau didunia Maya :)

Comments 11 Comments »

Soto Mie, siapa yang gak kenal dengan jenis makanan satu ini. Bila ada yang belum mengenal atau belum pernah mencoba mari kita minta traktir pada mereka yang sudah pernah makan (kompor mledug).Dan saya termasuk salah satu pengemar favorit makanan ini (terutama diakhir-akhir ini dimana udara sangat mendukung sekali untuk menyantapnya). Seandainya para pembaca nan budiman disini ada yang kenal dengan sang penemu jenis makanan ini tolong kabari saya, cause saya mau cium tangan dengannya.

Tak ada yang istimewa pertamakali melihat isi dari makanan tersebut. Berisi semangkuk air panas mendidih, berpadu dengan bumbu-bumbu, ditambah mie kuning atau putih, risol, daging serta lemak (Ah… makanan tidak sehat, penuh dengan kolesterol kata beberapa orang sahabat). Begitu pula dengan lokasi tempat jualannya, berada dipojokkan sebuah gang sempit tanpa AC diiringi alunan lagu dangdut dari sebuah radio swasta. Berperawakan kurus, tidak begitu tinggi, kulit sawo matang dan kumisan (tidak ada gantengnya dah bila dibanding saya :D) serta ditemani oleh 2 orang pelayan yang semok dan montok. Tarjo nama sang penjual soto mie tersebut.

Siang ini, kulihat lapak Tarjo dipenuhi dengan para fans (sampai-sampai Tarjo gak keliatan). Dengan sabar kumenunggu hingga para fans tersebut mereda. “Jo… Satu dong pakai nasinya dobel” ujarku. “Sabar yo Mas… Mangkoke Nte” ujar Tarjo dengan logat khasnya tanpa senyum sambil membuat soto mie ke dalam 2 mangkok terakhir.

“Sial, kalo tau gitu saya bawa mangkok dari rumah aja” Gerutuku dalam hati sambil berdiri dengan mata jelalatan siapa tau ada Luna Maya makan disini.

“Ini Mba, pesanannya” kata waitress si Tarjo sambil ngantar pesanan ke 2 wanita Modiss tak jauh dariku berdiri.

“Yang gak pakai Kol dan Tomat yang mana nih…?” seru si Mba yang imut salah seorang wanita modis itu.

Tarjo yang mendengar pertanyaan tersebut terkejut “Aduh Mba saya lupa, semuanya pakai tomat dan kol” katanya

“Aduh Kan Tadi sudah saya bilangin, saya gak mau… Saya gak bisa makan Kol dan Tomat” ujar si Mba Imut dengan setengah kesal dengan bibir sedikit maju.

Tarjo dengan setengah kebingungan “Aduh Mba, mangkoknya habis. Kalau Mba mau tunggu sebentar, nanti saya buatin lagi yach…” berusaha merayu dengan menampakan nyengir termanisnya dan sesekali matanya berkedap-kedip genit.

“Oke saya tunggu ajah deh” Jawab si Mba Imut.

Saya yang sedari tadi mendengar adegan tersebut terhenyak dengan sigap langsung menyahut “Jo… yang itu untuk saya aja, saya gak pakai pantangan kok”

“Nih, untuk sampean…” sambil menyodori semangkok Soto Mie tersebut ke saya.

Tanpa basa-basi dengan orang yang ngantri lainnya, langsung saja soto mie tersebut saya sambar dan balurin dengan kecap manis, sedikit cuka serta 3 sendok sambal. Sekarang saatnya show time… “Mba, nasinya jangan lupa… DOBEL” ujarku bersemangat. (Untung saya gak punya pantangan dalam makanan.)

Setelah mencapai klimaks karena isi perut sudah padat dan dengan muka penuh peluh sambil membakar sisa lintingan yang terselip di dompet. Saya berdiri menghampiri Tarjo dan setengah berbisik “Jo… Sekalian yach, masukin sama yang kemaren aja” ujarku sambil berlalu. Tak terdengar sedikit pun ucapan yang keluar dari bibir Tarjo yang doer itu, mungkin ia hanya bisa mengerutu dalam hati.

Begitulah saking seringnya saya makan siang disana hingga timbul keakraban diantara kami dan akhirnya bisa saling memahami keadaan dan kondisi masing-masing (cuma kayaknya kebanyakan saya yang di maklumi olehnya). That’s Why I Love Soto Mie…. :p

*Tulisan iseng sehabis nyantap Soto Mie,

Lokasi Fiktif dan Bila ada kesamaan Nama Tokoh dalam cerita itu hanya kebetulan. Ditengah, gelapnya siang ini. :D:D

Comments 19 Comments »

Kalau ingin berbuat baik, segeralah lakukan janganlah ditunda-tunda” itu perkataan seorang sahabat kepada saya suatu ketika.
Hari ini di gedung tempat saya nguli mengadakan acara donor darah yang ditenggarai oleh salah satu Radio swasta bekerja sama dengan PMI tentunya (masak PERTAMINA sih…), selebaran dan berita dari mulut ke mulut tersebut sudah bertebaran sejak 1 minggu yang lalu. Seumur umur saya belum pernah mengikuti kegiatan ini dalam bentuk apa pun. Pernah suatu ketika 3 tahun yang lalu seorang teman membutuhkan donor darah untuk anaknya tercinta yang terserang DB. Hati saya tergerak namun pada saat itu sebelumnya saya mengalami musibah dan harus minum obat untuk proses penyembuhan sehingga gagallah niat saat itu hingga tertunda sampai saat ini dengan seribu satu alasan jika ada teman yang ngajak kembali.
Hari ini entah malaikat mana yang membimbing saya untuk melakukan aksi ini yang jelas bukan malaikat pendosa :D. Tanpa ada paksaan tiba tiba saja muncul keinginan dari hati nurani in the injury time. Setelah menghabiskan satu mangkok soto mie plus nasi siang ini. Saya terdiam sesaat membaca spanduk yang terpajang yang isinya mengajak untuk berdonor darah. Hati kecil saya merenung “Suatu saat mungkin kamu, orangtua, kakak, adik, anak, istri atau saudara mu akan membutuhkannya dari orang lain.” Begitulah bisik malaikat seakan mengguyurku dengan seember air tuk membangunkan ku dari tidur panjang.
Tanpa berpikir dua kali langsung kuayunkan kaki ke TKP. Namun apa daya ternyata formulir pendaftaran sudah habis tanpa tersisa dan saya lihat orang yang ngantri untuk donor sangat banyak. Kemudian setan menggoda “Mendingan gak usah ngapain nyakitin diri disuntik jarum trus disedot darahnya, mendingan batalin”. Niat tuk berbuat baik sudah bulat terpancang pantang tuk surut mundur kebelakang. Dengan masang muka memelas seakan-akan itu merupakan harapan terakhir tuk hidup,akhirnya Mba cantik berbaju putih tersebut merekomended saya tuk mengisi formulir dari orang yang telah ngisi formulir namun tidak datang setelah namanya dipanggil 100x dan juga di umumkan lewat radio :). Dengan semangat 45 (mengingat bahwa hari ini adalah hari pahlawan dan tuk mengenang jasa mereka) maka tak coret_coretlah nama, alamat, No HP dll yang telah tertulis diganti dengan data diri pribadi saya.
15 menit, 30 menit dan tepatnya di menit ke 45 sebuah umpan lambung dioper dan akhrinya nama saya tidak terpanggil sedangkan pendonor tinggal 5 orang lagi :) lalu saya mendengar kantong darah sudah habis (makin tambah pesimis gak bakalan bisa, masak mau ditampung pakai kantong kresek pikir saya). Akhirnya si Ibu berteriak siapa yang belum dipanggil coba lihat apakah formulirnya ada di sini. Emang dasar Niat baik dan nasib lagi bagus, langsung cari dan ketemu (padahal Formulir saya sudah tertumpuk oleh formulir lain), serahkan formulir dan langsung cek darah dan HB ternyata… Alhamdulillah lolos… Horeee… dan kantong darahnya pun masih ada 1 lagi.

Dengan pede kulangsung pilih tempat tidur dan pilih suster yang tercantik diantara yang ada (iya dong ini kan yang pertama so harus indah). Sok akrab nanya sakit gak yach…? jarumnya geude yach…? trus diambil berapa liter sih…? suster sudah Maried…? (sampai sempat nanya No HP dan account FB segala namun tak direspon) maklum ngilangin grogi. Dan saat yang dinanti pun terjadi dengan jantung yang berdegub kencang (mengalahkan gebukan drum konser KORN) saat si suster cantik mempersiapkan ritualnya (siapin kembang 7 rupa, bakar menyan, and mulut komat kamit), tingkat ketegangan bertambah saat jarum tersebut berkilat di depan mata (maklum yang namanya jarum saya masih agak ngeri, makanya tiap kali berobat mending dikasih puyer aja daripada disuntik mati) tapi belaian sentuhan sarung tangan sang suster mampu mencairkan suasana. (ah… kok sensasi yang dirasakan melebihi rasa saat hendak melakukan ciuman pertama:)).
Singkat cerita eksekusi pertama tersebut berhasil dengan sukses dan menghasilkan klimaks yang tak bisa diukirkan dengan kata :D tanpa terlihat darah yang bercecer dimana-mana. Sempat sesaat melihat warna merah kehitaman yang mengalir dari lengan melalui selang kekantong penampungan yang meyakinkan saya bahwa ternyata saya bukan “berdarah biru” seperti yang selama ini disangka.
Yang pastinya saya berharap semoga sedikit darah yang saya donorkan ada manfaatnya bagi yang kelak akan menerimanya tanpa memandang suku, agama, warna kulit, gender, dll. Mungkin bagi anda yang telah mendonorkan darahnya berliter-liter atau bergalon-galon mungkin sudah ada yang berbarel-barel :D hal ini sudah biasa, namun coba ingat lagi bagaimana perasaan pertama kali anda mendonor. Apakah sensasi yang dirasakan seperti hendak melakukan ciuman pertama…? wkwkwkk… Anda yang tahu jawabnya…
Untuk saya pribadi khususnya bila di beri umur panjang serta kesehatan selalu, diberi rezeki yang lancar, istri yang soleha dan cantik serta setia… (Loh… kok doanya minta jodoh sih) Insya Allah akan selalu berusaha untuk mendonorkan darah yang mengalir dalam tubuh ini hingga tetes darah penghabisan MERDEKA… (masih moment hari Pahlawan jadi terbawa suasana) karena seperti yang diketahui banyak sekali manfaat dari donor darah ini untuk tubuh kita sendiri atau untuk menyelamatkan nyawa. So… Sudahkah anda Mendonorkan Darah Anda karena Setetes dari kita sangatlah berarti bagi yang menerimanya.

November Rain 101009.

Comments 4 Comments »

when-rain-remains1Deras hujan yang menguyur kota metropolitan sore itu, di tengah hingar bingarnya beribu jenis kendaraan yang terjebak dalam antrian dan saling berebut untuk segera mencapai tujuan. Di sebuah halte diantara gedung-gedung kokoh yang menjulang menantang langit aku berdiri dan sesekali angin menerpa kencang membawa butir-butiran air hujan menerpa muka.

Sesosok wajah manis yang terpojok diantara para penunggu setia angkutan yang tak kunjung datang. Wajah ayu, berkulit hitam manis, rambut lurus sebahu dan tidak terlalu tinggi, dengan tatapan mata kosong kedepan tanpa memperdulikan keadaan sekitar dan tubuhnya yang telah kuyup karena jilatan air hujan dan tak tampak sedikit pun mengigil dirasanya…

Tak terasa waktu terus berlalu hingga kemudian tibalah pada sebuah lantunan tembang yang melantunkan lirik “But lovers alway come and lovers alway go. And No one really sure who letting go today… walking away” dari kotak suara di dalam saku ini, yang mana salah satu pengeras suara tersebut masih menempel di telinga. Kulihat ia tak sedikit pun bergeming dari tempatnya. Masih dengan tatapan mata yang kosong nan mulai memerah serta berlinang air mata yang berkolaborasi dengan tetesan air hujan…

Hingga tibalah saat yang dinanti. Kuda besi beroda enam tersebut telah tiba dengan muatan yang tak sepadan lagi dengan usianya. Dengan cepat kuberlari dan mencengram pintu tersebut sambil berusaha menyelinap masuk di antara jiwa yang lelah berpadu dalam pengapnya udara.

Dan kemudian masih terbayang wajah ayu yang kemudian melintas di benak ini…

Sometimes I need some time
On my own
Sometimes I need some time
All alone
Everybody needs some time
On their own
Don’t you know you need some time
All alone

Comments 5 Comments »

tafsir1Pernah bermimpi…? so pasti pernah dan tentunya macam_macam kisah yang di alami… kalo belum pernah maka bermimpilah…

Makna dari sebuah mimpi bisa beraneka ragam, ada yang bisa menjadi suatu pertanda kejadian atau hanya sekedar bagian Bunga Tidur :)

Alkisah saya sedang berjalan - jalan di tengah ramai dan padatnya aktivitas di kota Metropolitan ini untuk mencari hiburan sebagai pelepas kepenatan (kata wong Jowo : Work Hard, Play Hard) dan sampailah di suatu tempat pusat perbelanjaan yang megah nan menawan siapa saja. Kemudian saya berusaha untuk masuk ke dalam. Namun saya tidak bisa masuk kedalamnya, semakin keras mendorong pintu tersebut semakin keras pula pintu tersebut berusaha menghalangi saya tuk masuk kedalam.

Begitulah selama 3 hari mimpi yang sama tersebut terjadi. Apakah gerangan yang bakal terjadi ujarku dalam hati…? Apakah ini sesuatu pertanda buruk gumam ku…?

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi seorang ahli tafsir mimpi terkenal yang berada di sudut kesunyian metropolitan ini di Jalan Gang Tikus. Yang katanya bisa membaca seluruh mimpi.

“Mama Loreng” namanya.

Saya : “Bla… bla… bla…(Menceritakan mimpi yang terjadi selama 3 malam tersebut)

Mama Loreng : “yach… yach… hhmmm… (Mendengarkan secara serius sambil manggut-manggut sambil sesekali menghisap cagklong :) )

Saya : “Jadi kiranya apa makna mimpi saya tersebut Ma…? Apakah kelak rezeki saya akan seret selamanya karena saya tidak bisa masuk kedalam Mall tersebut…?” ujarku

Mama Loreng : “Sebelum Mama jawab, Mama mau nanya apakah ada sesuatu tanda-tanda didepan pintu tersebut…?

Saya : “Ada Mah” seruku bersemangat

Mama : “Apa tandanya”

Saya : “Di dekat gagang pintu tersebut ada tulisan PULL” ujarku berapi-api sambil maju mendekati Mama.

Mama : “Kalo bijini ceritanya, maka makna mimpi kamu ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusan REJEKI. Tapi karena kamu yang NDESO ora ngerti bahasa LINGGIS… Itukan harusnya di tarik bukan didorong KATRO… makanya makan bangku sekolah biar gak LEMOT ” ujar Mama sambil ambil tempat dupa tuk nyambit

Moral cerita : Silahkan anda tafsir sendiri… cause ini hanya Joke di Siang Bolong :):D

*Cerita di ambil dari “Humor Salah Satu Koran Harian Pagi ini” yang didramatisir kembali :) :D

Bila ada kesamaan atas kejadian yang terjadi pada anda dan nama pelaku kejadian, mohon diabaikan karena ini hanya kesengajaan. :)

Comments 8 Comments »

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Dan Saya sebagai Pemoeda Indonesia Berjanji :

- Belajar, Bekerja serta taat Beribadah dengan serioes dan soenggoeh-soenggoeh guna ikoet serta dalam membangoen Noesa Bangsa.

- Menjaga kesehatan Jasmani dan Rohani, dan tidak menggoenakan Narkoba dan sejenisnya.

- Tidak akan melakoekan tindakana Kriminal yang dapat meresahkan lingkoengan dan masyarakat, serta beroesaha saling membantoe sesama yang memboetoehkan sesoeai dengan kapasitas.

Oentoek menoejoe INDONESIA SATOE yang lebih baik!

Djakarta, 28 Oktober 2009

Comments 7 Comments »

Telah kucoba mengerti… Perjalanan kisah kita

Semenjak pertama kali… Kau datang merenda nafas hidupku

Sekian waktu berlalu… Kau maknai jiwa ini

Dalam geliat dunia… Engkaulah nafasku jantung hidupku

“Masih sempurna mengisi hatiku… Kaulah sang cahaya yang terus menerangi gelap akalku

Masih sempurna kelembutan qalbu… Kaulah sang terindah sang penenang jiwa ini yang menjagaku”

Di puncak kekagumanku… Aku merasa tak mampu

Tuk jalani semua… Bila kau tak lagi ada di dalam hidupku

From : Take from BarCodE lyrik, “Masih Sempurna” author EP

Comments 25 Comments »